You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Sekardadi
Desa Sekardadi

Kec. Kintamani, Kab. Bangli, Provinsi Bali

Sejarah Desa Sekardadi

Administrator 07 Agustus 2018 Dibaca 5.187 Kali
Sejarah Desa Sekardadi

          Studi-studi antropologi terdahulu (Bateson, 1970; Geertz, 1959; Mead dkk, 1942) menunjukkan bahwa Bali dan budayanya telah menjadi bahan permenungan bagi penelitian etnografi dunia. Sebagaimana diungkap secara lugas oleh Reuter (2005:9-10) wilayah-wilayah ritual di daratan tinggi Bali itu dipersatukan oleh orientasi bersama dari asal-usul yang sama. Pengistilahan secara topografis penduduk Pegunungan Bali mengacu pada jarak fisik yang memisahkan penduduk dataran tinggi dengan pendudukdi sekitar pusat-pusat politik dan perkotaan yang terletak di wilayah Bali Selatan.

          Istilah Bali Aga didefinisikan secara harfiah sebagai bangsa yang jauh dan terpinggirkan. Sebagian para ahli menyebutknya sebagai Bali Muna atau Bali Kuna yang bermakna orang Bali asli atau kuno. Dengan demikian pemaknaan istilah Bali Aga kemudian direpresentasikan sebagai penduduk asli yang masih mempertahankan suatu tradisi budaya yang berasal dari sebelum munculnya kebudayaan Bali sebagaimana didefinisikan oleh orang Bali Selatan (Reuter, 2005).

          Kemudian Reuter juga menegaskan bahwa terminologi Bali Aga dipertahankan karena pegunungan merupakan tempat tinggal para dewa-dewi yang suci dalam kosmologi orang Bali, selain juga sebagai sumber air. Sejarah Desa Sekardadi tidak bisa dipisahkan dengan sejarah Desa Bayung Gede sebagai desa induk dan 28 desa turunan lainnya, termasuk Desa Sekardadi. Dari tiga di antaranya memiliki pertalian darah penghuni yang cukup erat. Tiga desa tersebutterletak di Kabupaten Bangli, antara lain Desa Sekardadi, Penglipuran, dan Tiga Kawan. Sejarah perkembangan 28 desa tersebut, khususnya yang terletak di Kecamatan Kintamani, memiliki kegiatan-kegiatan adat yang hampir serupa dengan yang dimiliki Desa Bayung Gede. Dalam beberapa kegiatan adatnya, Desa Bayung Gede mengundang perwakilan dari ke-28 desa tersebut, demikian pula sebaliknya. Biasanya dalam kegiatan-kegiatan tersebut mereka menampilkan atraksi kesenian/tari-tarian khas desanya

 

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image